Selasa, 21 Maret 2017

PROFIL KECAMATAN MAROS BARU





PROFIL KECAMATAN MAROS BARU


 

 



 

 

 

 

 

 

LETAK GEOGRAFIS dan TOPOGRAFI


Kecamatan Maros Baru secara geografis terletak di bagian barat wilayah ibukota Kabupaten Maros Luas wilayah Kecamatan Maros Baru sekitar  53,76 Km2  yang berbatasan langsung dengan beberapa kecamatan lainnya yakni Kecamatan Lau disebelah utara, Kecamatan Turikale disebelah timur, Kecamatan Marusu disebelah selatan dan Selat Makassar di sebelah Barat .
Keadaan geografi Kecamatan Maros Baru merupakan daerah bukan pantai yang sebagian besar berbentuk dataran. Dari tujuh daerah wilayah administrasi yang ada, mempunyai topografi dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 300 meter di atas permukaan laut.
PEMERINTAHAN
Kecamatan Maros Baru dipimpin oleh seorang Camat yang bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekertaris Kabupaten Administrasi. Secara administrasi, Kecamatan terbagi menjadi empat Desa, dan tiga Kelurahan serta untuk mempermudah koordinasi setiap kelurahan/desa terbagi menjadi beberapa lingkungan/dusun yang masing-masing terbagi menjadi beberapa rukun tetangga (RT), Secara keseluruhan Kecamatan Maros Baru terdiri dari 11 Lingkungan, 14 dusun dan 76 rukun tetangga (RT).
Pegawai Negeri Sipil di kantor Kecamatan Maros Baru berjumlah 87 orang terdiri dari Kecamatan 51 orang, Kelurahan 32 orang, Desa 4 orang.

KEPENDUDUKAN


Penduduk Kecamatan Maros Baru Tahun 2016 sebanyak  25.999 jiwa,   yang  terdiri dari laki-laki sebanyak 12.536  jiwa dan perempuan 13.063 jiwa. Rasio jenis kelamin (Sex Ratio) sekitar 96, hal ini menunjukkan bahwa dari setiap 100 orang perempuan terdapat 96 laki-laki. Penduduk terbanyak berada di Kelurahan Baju Bodoa sebanyak  7.665 jiwa dan terkecil 1.893  jiwa  berada pada Desa Borimasunggu. Dengan total rumah tangga 4.966 dan kepadatan penduduk kecamatan sebesar 460 jiwa/km2, mayoritas warganya berasal dari Suku/Etnis Bugis-Makassar. Mayoritas penduduk Kecamatan Maros Baru memeluk Agama Islam dengan jumlah 25.599 jiwa, atau mencapai 99,60 persen dari total jumlah penduduk Kecamatan Maros Baru, sedangkan agama Budha merupakan agama dengan penduduk 0 dari total jumlah penduduk di Kecamatan Maros Baru.
Struktur umur penduduk Kecamatan Maros Baru baik laki-laki maupun perempuan terbanyak tersebar mulai pada kelompok umur antara 5-9 tahun sampai dengan 20-24 dan  45-49 sampai dengan 60-64 tahun.

PENDIDIKAN

 Peranan sektor pendidikan bagi suatu bangsa sangat menentukan, dalam rangka mencapai kemajuan disemua bidang kehidupan, utamanya peningkatan kesejahteraan rakyatnya. Keberadaan sekolah merupakan hal penting bagi penduduk untuk memperoleh pendidikan formal. Jumlah fasilitas/ sarana pendidikan yang ada di Kecamatan Maros Baru yaitu  terdapat 6 TK, 18 Sekolah Dasar yang terdiri dari 8 SD Negeri, 9 SD Inpres dan 1 MIS. Selain itu terdapat 6 Sekolah Menengah Pertama yang terdiri dari 3 SMP Negeri, 1 SMP Swasta, 2 MTs serta terdapat 2 Sekolah Menegah Atas yang terdiri dari 1 SMA Negeri, 2 SMA Swasta san 2 Madrasah Aliyah.
Pada umumnya penduduk usia sekolah yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dalam hal ini Perguruan Tinggi/Universitas pada umumnya mereka melanjutkan ke Kota Makassar atau di Kecamatan Turikale serta Kecamatan Mandai.

KESEHATAN

Pembangunan di bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat mendapatkan akses pelayanan yang murah, mudah, dan merata untuk pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik, adalah tersedianya jumlah sarana tenaga dan kesehatan. Dari jumlah sarana kesehatan yang ada di Kecamatan Maros Baru, maka dapat dikatakan cukup memadai. Dari tujuh desa/kelurahan yang ada telah terdapat 2 buah puskesmas/pustu 2 Praktek Bidan, 6 Pos Kesehatan Desa, (Poskesdes) dan 27 Pos pelayanan terpadu (Posyandu).
Salah satu program pemerintah yang terus digalakkan untuk menekan angka pertambahan penduduk adalah program Keluarga Berencana (KB). Jumlah akseptor KB di Kecamatan Maros Baru sebanyak 2996 terdiri dari IUD 149, Pil 1.066, Kondom 239, MOW 21, MOP 19 Suntik 1,366, Susuk 138. Sedangkan jumlah pasangan usia subur di Kecamatan Maros Baru paling banyak di Kelurahan Baju Bodoa dan paling sedikit di desa Borimasunggu. Hal ini berbanding lurus dengan jumlah penduduk di Kelurahan/Desa masing-masing.

PERTANIAN

Sektor pertanian khususnya padi sawah masih menjadi mata pencaharian utama bagi penduduk di Kecamatan Maros Baru. Pertanian di Kecamatan Maros Baru didominasi oleh lahan bukan sawah berupa tambak sebesar 40,95% dari luas seluruh lahan pertanian.
Luas sawah irigasi 882 Ha atau sekitar 20,28% sedangkan luas sawah non irigasi 219 Ha atau sekitar 5,04% dari seluruh lahan pertanian. Selain itu 3,65% tegal/ladang dan 29,80% lainnya. Namun 989 Ha atau sekitar 18,40% dari luas Kecamatan Maros Baru merupakan lahan non pertanian berupa peumahan, industri, kantor, pertokoan dan lain sebagainya. Rata-rata produksi tanaman ubi kayu dan ubu jalar di kecamatan Maros Baru tahun 2016 sebesar 14,2 Ton/Ha dan 14,17 Ton/Ha sedangkan rata-rata produksi tanaman palawija lainnnya yakni tanaman padi sebesar 6,3 Ton/Ha, jagung 5,0 Ton/Ha dan kacang hijasu sebesar 1,6 Ton/Ha.
Salah satu sumber protein yang utama bagi manusia berasal dari protein hewani. Sebagian masyarakat di Kecamatan Maros Baru menjadikan ternak sebagai mata pencahariannya. Pada tahun 2016 populasi ternak besar di Kecamatan Maros Baru terdiri dari 188 ekor kerbau, 1292 ekor sapi, 1 ekor kuda dan 332 ekor kambing. Untuk populasi unggas di Kecamatan Maros Baru tahun 2016 terdiri dari 8219 ekor ayam buras, 10 ekor ayam petelur, 15.975 ekor ayam ras pedaging, 48 ekor manila dan 2.029 ekor itik, artinya populasi ternak terbanyak di Kecamatan Maros Baru tahun 2016 adalah ayam ras pedaging.
PERDAGANGAN
Kebijaksanaan pemerintah menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu alasan pihak produsen, pedagang dan penyedia sektor jasa untuk menaikkan harga. Selain itu dipengaruhi oleh ketersediaan barang dan jasa tersebut. Dengan kata lain apabila keadaan barang/jasa jumlahnya terbatas maka tentu saja harga akan mengalami kenaikan, Rata-rata harga sembilan bahan makanan pokok. Pada tahun 2016 di Kecamatan Maros Baru sudah tidak ada lagi pasar tradisional jadi masyarakat lebih sering berbelanja di pedagang keliling atau ke pasar terdekat serta di toko/warung kelontong yang pada tahun 2016 berjumlah 393 warung.
TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI
Jalan merupakan instalasi alat vital suatu wilayah dimana dengan tersedianya sarana transportasi merupakan alat penunjang dalam melakukan aktivitas kegiatan dimana dengan tersedianya jalur jalan yang baik dapat memudahkan mobilitas penduduk dan memperbesar arus barang dan jasa antar daerah.
Alat transportasi yang dimiliki dan digunakan oleh masyarakat adalah kenderaan roda empat sebanyak 180 unit, roda dua/roda tiga sebanyak 3.081 unit. Listrik merupakan sarana yang sangat penting dalam berbagai kehidupan dalam melakukan kegiatan masyarakat. Pada umumnya rumah tangga yang berada di desa/kelurahan di Kecamatan Maros Baru sudah menikmatii fasilitas penerangan listrik PLN. Dari 4.966 rumah tangga sebanyak 4.482 rumah tangga sebagai pelanggan PLN .
PEREKONOMIAN
Berdasarkan hasil pendaftaran usaha/Listing Sensus Ekonomi Tahun 2006  didapat data rinci tentang banyaknya usaha di masing-masing wilayah, khususnya di Kecamatan Maros Baru terdapat jumlah usaha menurut sembilan sektor ekonomi selain Sektor Pertanian antara lain sektor ; Pertambangan & Penggalian, Industri Pengolahan, Konstruksi, Perdagangan Besar & Eceran, Penyedia Akomodasi & Rumah Makan, Transportasi, Pergudangan & Komunikasi, Perantara Keuangan, Real Estat, Usaha Persewaaan & Jasa Perusahaan, Jasa Pendidikan, Jasa Kesehatan & Kegiatan Sosial, Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan & Perorangan Lainnnya. Data 2016 jumlah industri kerajinan di Kecmatan Maros Baru tercatat sebanyak 274 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 402 orang, industri kecil sebanyak 16 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 43 orang, sedangkan untuk industri pengelolaan hasil pertanian di Kecamatan Maros Baru tahun 2016 tercatat sebanyak 34 industri penggilingan padi.
PRODUK UNGGULAN KECAMATAN MAROS BARU
Sesuai potensi Alam dan potensi SDM Kecamatan Maros Baru maka dapat dilaporkan produk unggulan masing-masing Desa dan Kelurahan sebagai berikut :
1.   Mattirotasi        :   Hasil Perikanan dan olahan Industri kecil dari hasil produk Perikanan.
2.   Majannang         :   Hasil Perikanan dan olahan Industri kecil dari hasil produk Perikanan.
3.   Borimasunggu   :   Hasil Perikanan dan olahan Industri kecil dari hasil produk Perikanan.
4.   Borikamase       :   Hasil Perikanan dan olahan Industri kecil dari hasil produk Perikanan.
5.   Pallantikang      :   Jasa Pangan
6.   Baju Bodoa        :   Perikanan dan Pertanian (Hultikultura) sayur-sayuran.
7.   Baji Pamai         :   Pertanian sawah dan perikanan darat/ikan hias.
Demikian profil Kecamatan Maros Baru Tahun 2016 untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar